banner atas

LOGO BARU  

17 November 2008

Read More......


Idul Fitri 1429 H  

01 Oktober 2008

Read More......


Welcome New Generation  

19 Juli 2008

"Satu - satu daun berguguran jatuh ke bumi dimakan usia...
Satu - satu tunas muda bersemi, mengisi hidup, gantikan tua.."
lirik iwan fals ini mungkin tepat menggambarkan suasana kampus saat ini. Anak - anak baru akan datang dan sebaliknya mahasiswa yang tamat akan pergi menuju lingkungan yang kompleks dan penuh kompetisi"masyarakat". Perkuliahan akan segera dimulai kembali dibulan agustus dengan wajah - wajah baru, semangat baru. Stambuk 08 akan menorehkan tinta dengan beragam kisah disudut - sudut sastra yang mungkin berbeda dengan kisah sebelumnya.
Selamat datang generasi baru, selamat datang dikampus yang serba apa adanya,nikmati keragam sastra yang mungkin tidak engkau temui di fakultas lain, waktunya engkau mendengar tabuhan gondang sembilan dan tiupan seksofon ala anak Etnomusikologi, waktunya engkau menyelam dan meresapi setiap makna yang keluar dari bait bait puisi atau pergelaran teater anak anak TO ( Teater O ), waktunya engkau menyaksikan parade ayam potong yang menggoyangkan pantatnya seperti pragawati yang berjalan diatas catwalk, waktunya engkau menyaksikan manusia yang berkelompok dan tidak tahu apa yang mereka diskusikan, waktunya engkau menyaksikan sepasang kekasih yang coba merajut cinta di bangku - bangku batu, waktunya engkau melihat keputusasaan terhadap negeri ini, ketika seorang laki - laki dengan sebatang rokok dan segelas kopi didepan kantin menerawang kedepan tanpa asa, waktunya engaku melihat kebusukan yang terbungkus rapi oleh baju almamater.
Selamat datang generasi baru, semoga engkau hadir memberikan warna baru yang lebih indah dari sebelumnya ...

Read More......


It's not truly ending  

29 Juni 2008

Time is over,tapi ini bukan akhir segalanya, ini adalah awal bagi kita untuk berjuang dikehidupan baru yang penuh dengan tantangan, saatnya kita menunjukan siapa kita sebenarnya
Ingatlah kawan bahwa pernah ada kisah disudut yang sunyi itu, ketika kita tersenyum, ketika kita marah, ketika kita sedih, ketika kita berteriak, ketika kita menghujat yang akan tersusun rapi di ruang -ruang otak kecil kita dan menjadi memori yang tidak mungkin bisa kita ulang lagi.
Siang hingga malam, panas matahari hingga hujan yang membasahi bumi adalah saksi bahwa kita pernah menjadi sahabat.
Mungkin esok kita masih bisa melihat indahnya pelangi sehabis hujan, saatnya bergerak meraih mimpi yang masih tertunda, jangan ada kata menyerah, selamat berjuang kawan...

Read More......


Night Game  

22 Juni 2008


K etika sang matahari mulai enggan untuk muncul karena sang rembulan dan bintang - bintang mulai berani menampakan sinarnya, saat itu juga suasana ramai dengan hentakan - hentakan kartu, berpikir sejenak apa yang harus dilakukan selanjutnya atau sekedar mengingat apa yang telah dilakukan sebelumnya, inilah game yang selalu kami mainkan disaat yang lain sibuk menonton TV, belajar atau lelap dengan mimpi - mimpi indah.
Celoteh - celoteh iseng sekedar pemuas hati sang pemenang disetiap babak adalah hal yang biasa, perdebatan kecil dari sang pecundang itu sering terjadi, asap rokok yang mengepul adalah teman yang setia menemani malam disastra dengan canda tawa yang terkadang menyakitkan.
"Trump" inilah permainan yang sering kami mainkan disela waktu senggang dikampus selepas kuliah, tidak tahu kapan permainan ini dimulai tetapi cukup populer di kampus.
sepasang pemain melawan sepasang pemain lain, dengan 32 kartu, biasaya dimainakan oleh 4 pemain melawan 4 pemain lain dengan 48 kartu, tapi cara ini akan sangat sulit karna semakin banyak kemungkinan - kemungkinan dan masalah lain sulit untuk mengumpulkan pemainnya, permainan ini dimulai dengan tawar menawar berapa yang harus dibawa, setelah semuanya selesai baru permainan dimulai.
Permainan ini akan dimainkan selama beberapa jam, untuk mencari pemenangnya, cukup menyenangkan untuk mencairkan otak yang telah beku oleh pelajaran pelajaran kuliah.

Read More......


Sudut Sore itu  

20 Mei 2008

Senin, 19 mei 2008, tepat disudut yang sunyi itu
terdengar rintihan kekesalan terhadap negeri ini, kenapa penderitaan harus selalu saja datang, negeri ini tidak jelas,diusianya yang beberapa bulan lagi menginjak 63 tahun, selalu saja penderitaan yang datang.
Sore itu, mungkin sudut itu sudah bosan mendengar rintihan kecemasan dan kekesalan terhadap negeri ini, seperti biasa sudut itu selalu membisu.
Sebentar lagi Harga BBM akan naik, kabarnya akan mencapai 6000 rupiah, sudah menjadi kebiasaan bila harga BBM naik maka semua harga - harga barang akan naik dan ongkos angkutan umum juga akan naik dan akan membebani orang - orang miskin, yang penghasilannya serba minim, rakyat miskin pasti akan menderita lagi, sementara Sipembuat kebijakan tidak peduli apa yang mereka lakukan yang terpenting APBN dapat Balance.
Dimana keadilan di negeri ini, dinegeri ini banyak terlihat "Yang kaya semakin gila dengan harta kekayaanya, luka simiskin semakin mengangah"(Lirik Iwanfals), apa yang harus dibanggakan dari negeri ini, ketidakjelasan yang selalu hadir dalam benak kita, jangan pernah bermimpi indah dinegeri ini karena janji - janji Sipembuat kebijakan itu hanya bualan saja, ketika kampanye datang, mereka mengabarkan wanginya surga dengan balutan kata - kata indah, tapi semuanya hanya bualan saja, setelah mereka terpilih janji hanya sekedar janji, tidak ada wanginya surga, simiskin semakin menderita dengan kebijakan - kebijakan yang tidak pernah berpihak kepada mereka.
Sudut sore itu, ditutupi oleh awan hitam seperti hitamnya nasib simiskin di NEGERi ini

Read More......


Awal dan Akhir  

17 Maret 2008

Setiap kisah pasti ada awal dan akhir, tidak terasa sudah berapa tahun kami menuntut ilmu di Fakultas ini, Sastra USU, menyerap semua ilmu yang diberikan oleh para dosen, menggali informasi dari buku - buku diktat demi bekal hidup dimasa depan yang belum jelas, menyaksikan evolusi dari sifat dan pola pikir mahkluk cipataan tuhan yang paling mulia, memahami bahwa persahabatan dan pengkhianatan adalah hal yang tipis untuk dibedakan, mengukir kisah - kisah romatis ala sinetron indonesia, berinteraksi seperti politikus ketika ada kegiatan kemahasiswaan dan masih banyak lagi,semuanya terangkum dalam hitam dan putih dunia kampus yang memang benar - benar individualistik.
Kisah ini tidak akan lagi terulang dan hanya menjadi memori indah atau memory yang paling memuakan yang akan mengalir diotak kita dan mungkin membuat kita tersenyum lebar atau malah tersenyum kecut ketika kita membuka lagi lembaran dari kisah kisah itu beberapa tahun yang akan datang
Tinggal hitungan bulan kami berada dikampus ini dan akan pergi meninggalkan ruangan - ruangan yang berisi kursi kursi dan meja dosen, pohon - pohon yang tersusun rapi didepan kelas, bangku batu yang baru beberapa tahun di buat tempat kami berinteraksi mengenal karakter manusia, mading yang tetap kosong hingga sekarang, kamar mandi yang baunya menyengat setiap waktu, lab bahasa yang baru 2 tahun difungsikan lagi dan kenangan yang paling indah adalah sudut yang sunyi tempat kami menghabiskan waktu dengan kepulan asap rokok dan ditemani oleh sampah - sampah dan disudut itu pula kami mengenal arti persahabatan dan pengkhianatan.
Memang setiap kisah pasti ada awal dan akhir seperti manusia yang dilahirkan kebumi dan pasti akan mati.

Read More......


Unclear Future  

Rembulan yang enggan muncul karena awan hitam menyelimutinya, pertanda akan segera turun hujan, kami tetap berada dipojok itu bercerita banyak tentang hari ini, sampai pada suatu topik " FUTURE",ini masalah yang sangat compleks, ada keraguan apakah kami bisa kerja sehabis tamat dari kampus ini
sebab pandangan kuno dari orang orang diluar bahwa Fakultas Sastra khususnya jurusan bahasa Inggris setelah tamat nanti pasti jadi guru, guide atau apalah yang berkaitan dengan Bahasa Inggris, rasanya menjadi seorang guru di indonesia ini tidak pernah dihargai dengan pantas,masih banyak guru - guru yang menciptakan presiden, menteri - menteri dan pejabat - pejabat hidupnya masih dibawah garis kemiskinan.
Sudut itu tetap bisu tidak bisa membantu, kekhawatiran muncul dari hati ini bagaimana masa depan kami nanti hingga petir yang menyambar diiringi suara gemuruh membuat kami tersentak bahwa esok hari kami harus kuliah lagi demi nasib yang belum jelas ...

Read More......


Silent Corner  

Heran.... kata yang terpikir dalam benakku, melangkah terus kutemukan keterasingan diriku
Bingung.... Harus kemana aku melangkah, ku merasa takut untuk semua pilihan - pilihan
Kucoba singgah ditempat yang penuh cahaya tapi tetap saja kumerasa bosan
Satu... Dua ... Tiga... Empat sampai kulelah belum juga kutemukan kenyamanan

Hingga kaki ini berat tidak sanggup lagi melangkah
Kuberhenti disudut yang sunyi,sudut yang penuh dengan sampah
Akupun terhanyut hingga mata ini terpejam dalam balutan mimpi - mimpi indah
Hingga akhirnya kubuka mata dan kutemukan kesejukan
Sudut yang sunyi ini begitu nyaman hingga kuenggan untuk beranjak pergi

Read More......


INTRO  

Apa nama komunitas ini?
SILENT CORNER
Kapan Freedom Community berdiri ?
Tidak seorangpun tahu kapan komunitas ini berdiri berkumpul bercerita di sudut yang sunyi itulah kami
Apa latarbelakang Silent corner berdiri?
Kebencian pada pengekangan, karena kita tercipta sebagai manusia yang diberikan akal dan pikiran bukan seperti burung didalam sangkar yang terbatas ruang gerak.
Untuk siapa Silent Corner berdiri ?
Buat manusia yang benci pada pengekangan dan aturan - aturan yang membatasi ruang gerak
Siapa yang menjadi pimpinan Silent Corner ?
Semua manusia tercipta sebagai pemimpin, walaupun hanya memimpin diri sendiri, No Leader in this Community
Apa tujuan Silent Corner ?
Menjadi orang bebas tanpa batasan -batasan yang sifatnya pengekangan
Kegiatan apa saja dalam komunitas ini?
Berkumpul di sudut yang sunyi menyaksikan evolusi yang terjadi disekitarnya
Bagaimana menjadi anggota Silent Corner?
Join aja disudut yang sunyi kampus sastra USU dipelataran teras laboratorium bahasa diantara kamar mandi dan tempat ngaso
pak mun( Petugas kebersihan Sastra USU)

Berapa biaya Registrasi ?
Tidak pernah kami sangkal bahwa uang adalah aspek penting dalam kehidupan tapi untuk kebebasan uang hanya sebuah lembaran dan lempengan yang tak ternilai.
Siapa yang memberi ide komunitas ini berdiri?
Seperti wartawan aja ....banyak tanya

Read More......


 

Design by Amanda @ Blogger Buster